HIDUP LAGI
Jedah yang cukup panjang untuk tidak mengisi purehousewife. Dini hari ini, tiba-tiba aku berpikir harus mengoptimalkan "diari" kecanggihan teknologi ini. Aku terlelap lama dalam rasa duka yang mendalam. Otakku terbenam oleh keegoisan hati yang tidak ikhlas melepas kepergian bapak. Bapak yang tidak sedarah denganku, namun mendarah daging dalam kehidupanku. Aku juga terbeam oleh penyesalan karena terlambat tahu kalau bapakku terkena kanker. Semua sudah terjadi. And now, kehidupanku dimulai lagi. Aku harus realistis. Melayani suami tercinta, mendampingi langkah anakku, berbincang dengan bahasa anakku. dll. That's PUREHOUSEWIFE. Thank buat yang bertamu, bilakah kita tetap menjalin bahasa?

0 Comments:
Post a Comment
<< Home