PEMBANTU BARU
"Perlu jadi pembantu untuk bisa berkomunikasi dengan pembantu". Ide muncul begitu aku dapat pembantu baru lagi. Habis sudah berulangkali gonta ganti, selalu saja ada masalah. dan masalah itu bukan dari aku atau dari dia. Malah dari luar pagar. Walah pusing juga akhirnya. Sekitar 6 bulan bertahan tanpa pembantu, akhirnya punggungku bongkok juga. Anakku yang baru berusia 2 tahun benar-benar membuatku seperti terkena osteoporis. Dan akhir Januari lalu, ada pembantu baru. Sebut "bigimot". Aduh mak, dia tuh freak lahir batin. Imajinasinya lumayan tinggi. Seperti kisah-kisah sinetron gitu. Mulanya aku muak dan sempat uring-uringan. Tapi nggak langsung kedia, malah suamiku yang jadi sasaran (lho apa hubungannya ya?). Habis seorang pembantu masak tvnya sama dengan TV flatku 29 inch. Panci dirumahnya sama ama panci titaniumku yang serba guna itu (maaf aku gak bermaksud pamer lo ya) dll. Belum lagi kalau diarahin ngebantah. Aduh mak, kenapa ini. Tapi, hasil kerjanya 2 jempol bo'. Semua cling dan setrikaanya sling. Itu yang membuat aku mbetah2in diri.
Kini sebulan udah berlalu. Dia pun sudah gak bermain sinetron lagi, kembali ke alam nyata. Mau tahu kenapa? Karena aku berusaha mengimbangi apa yang diomonginya meskipun hati medongkol gak karuan. Tiap akhir dia ngomong, aku berusaha membalikkan kata-katanga dengan sindiran halus. Hasilnya manjur lo!!! Selamat mencoba.
Kini sebulan udah berlalu. Dia pun sudah gak bermain sinetron lagi, kembali ke alam nyata. Mau tahu kenapa? Karena aku berusaha mengimbangi apa yang diomonginya meskipun hati medongkol gak karuan. Tiap akhir dia ngomong, aku berusaha membalikkan kata-katanga dengan sindiran halus. Hasilnya manjur lo!!! Selamat mencoba.

0 Comments:
Post a Comment
<< Home